Kamis, 09 Mei 2013

Persalinan Normal


A.     PENGERTIAN
Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusun dengan pengeluaran placenta dan selaput janin dari tubuh kita.
Persalinan spontan adalah persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir.

B.      ETIOLOGI
Sebab-sebab mulainya persalinan belum jelas tetapi agaknya banyak faktor yang memegang peranan.
1.       Penurunan kadar progesteron
Dimana hormon progesteron inilah yang mengakibatkan timbulnya kontraksi (his), dan hormon estrogen meninggikan kerentanan otot-otot rahim.
2.       Teory oxytocin
Pada kahir kehamilan kadar oxytocin bertambah. Oleh karena itu, timbul kontraksi otot-otot rahim.
3.       Keregangan otot-otot
Dengan majunya kehamilan makin teregang otot-otot rahim dan otot-otot rahim makin rentan.
4.       Prostaglandin
Dengan kehamilan dari minggu ke 15 sampai dengan ateri meningkat.
5.       Placenta menjadi tua karena tuanya kehamilan

C.     PATOFISIOLOGI
Partus dibagi 4 tahap :
1.      Kala I

2.      Kala II

3.      Kala III / kala uri
4.      Kala IV
:

:

:
:
Dimulaid ari his persalinan yang pertama sampai pembukaan cervix menjadi lengkap.
Dimulai dari pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi.

Dimulaid ari lahirnya bayi sampai lahirnya placenta.
Masa 2 jam setelah placenta lahir.

PENGKAJIAN

a)       Pengumpulan Data
1.       Identitis
Meliputi nama, umur, nomor register, pekerjaan, alamat, tanggal MRS, diagnosa medis, agama.
2.       Keluhan Utama
Pada umumnya Kx mengeluh perutnya kencang-kencang karena adanya his yang disertai rasa nyeri atau mules, keluarnya lendir dan darah, peranan selalu ingin biang air kemih.
3.       Riwayat Penyakit Sekarang
Dalam pengkajian ditemukan ibu hamil dengan usia kehamilan 38 minggu sampai 42 minggu disertai tanda-tanda menjelang persalinan yaitu nyeri pada daerah pinggang menjalar ke perut, his makin sering, teratur, kuat, adanya pengeluaran darah campur lendir, kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
4.       Riwayat Penyakit Dahulu
Adanya penyakit jantungm hypertensi, penyakit kelamin, pembedahan yang pernah dialami dapat memperberat persalinan.
5.       Riwayat Penyakit Keluarga
Adanya penyakit keturunan seperti DM, atau penyakit menular seperti kusta dan lain-lain.
6.       Pola Fungsi Kesehatan
a.       Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat
Pada Kx yang multi gravida biasanya lebih mengerti tentang tata laksana hidup sehat, kebersihan tubuh senantiasa dari jaga kebersihannya.
b.       Pola nutrisi dan metabolisme
Adanya his dapat berpengaruh terhadap keinginan atau selera makan yang menurun.
c.       Pola eliminasi
Adanya perasaan sering / susah kencinh selama kehamilan dan proses persalinan. Pada akhir trimester dapat terjadi konstipasi.



d.      Pola istirahat dan tidur
Kx dapat tidur terlentang, miring kekanan atau kekiri tergantung pada letak punggung anak, biasanya Kx sulit tidur terutama kala I – IV.
e.       Pola aktivitas dan latihan
Kx dapat melakukan aktivitas seperti baisanya, pada aktivitas ringan terbatas, tidak membutuhkan tenaga banyak, tidak membuat KX cepat capek, lesu, lelah
7.       Pemeriksaan Fisik
1.       Kepala
Biaya terdapat cloasma gravidarum, terkadang adanya pembengkakan pada kelopak mata, konjungtiva kadang pucat, sklera kuning.
2.       Leher
Biasanya pembesaran kelenjar, terdapat cloasma gravidarum.
3.       Dada
Terdapat adanya pembesaran pada payudara, adanya hyperpigmentasi pada areolamamae serta ditemukan adanya colostrum.
4.       Perut
Adanya pembesaran perut sesuai usia kehamilan, terdapat hyperpigmentasi linea alba / linea nigria, terdapat strey gravidarum.
5.       Genetalia
Pengeluaran darh campur lendir, pengeluaran air ketuban.
6.       Ekstremitas
Pemeriksaan oederta untuk melihat kelainan-kelainan karena membesarnya uterus, karena pre eklamsi atau karena penyakit jantung atau ginjal

2.       DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.       Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan adanya kontraksi uterus
2.       Resiko defisit volume carian berhubungan dengan pengeluaran yang berlebih
3.       Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake selama proses persalinan
4.       Resiko infeksi berhubungan dengan trauma jalan lahir
                 (Lynda Juall Carpenito, 1993)

3.       PERENCANAAN
1.       Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan adanya kontraksi uterus
Tujuan : Klien dalat beradaptasi dengan nyeri yang dialami
Kriteria Hasil : - Kx tampak rileks
                         - Px tidak menyeringai kesakitan
Intervensi :
a.       Kaji derajat nyeri
R/ Memahami perubahan fisiologis daln latar belakang budaya
b.       Bantu dalam penggunaan teknis pernafasan dan masage abdomen
R/ Dapat memblok impuls nyeri dan dapat memudahkan kemajuan persalinan normal
c.       Pantau tekanan darah, nadi ibu dan DJJ
R/ Dapat mengetahui kondisi ibu secara dini serta dapat memudahkan tindakan selanjutnya
d.      Hitung waktu dan frekuensi kontraksi uterus setiap 30 menit
R/ Memantau kemajuan persalinan dan memberikan informasi untuk Kx
e.       Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat-obatan
R/ Dapat mempercepat persalinan
2.       Resiko defisit volume carian berhubungan dengan pengeluaran yang berlebih
Tujuan : - Tidak terjadi defisit volume cairan
               - Volume cairan dapat seimbang antara intake dan output
Kriteria Hasil : Intake dan output simbang
Intervensi :
a.       Kaji kondisi status hemodinamika
R/ Pengeluaran cairan akibat post partum yang berlebih merupakan faktor utama masalah
b.       Ukur pengeluaran cairan
R/ Jumlah cairan ditentukan dari jumlah kebutuhan harian ditambah dengan jumlah cairan yang hilang selama masa post partum
c.       Berikan sejumlah cairan pengganti harian
R/ Tranfusi mungkin diperlukan pada kondisi perdarahan invasif
d.      Evaluasi status hemodinamika
R/ Penilaian dapat dilakukan secara harian mulai pemeriksaan fisik
3.       Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake selama proses persalinan
Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi
Kriteria Hasil : - Menunjukkan peningkatan BB
                         - Intake yang adekuat
Intervensi :
a.       Berikan makanan sedikit-sedikit
R/ Dilatasi gaster dapat  terjadi bila pemberian makan terlalu cepat setelah periode puasa
b.       Berikan diet cair bila diperlukan
R/ Dukungan nutrisi dapat digunakan untuk mencegah malnutrisi
c.       Berikan obat SSI dengan indikasi
R/ Untuk merangsang nafsu makan
4.       Resiko infeksi berhubungan dengan trauma jalan lahir
Tujuan : Tidak terjadi infeksi selama perawatan post partum
Kriteria Hasil : Perdarahan berhenti
Intervensi :
a.       Kaji kondisi keluaran (sejumlah) darah yang keluar
R/ Perubahan yang terjadi apda setiap keluaran
b.       Terangkan pada Kx pentingnya perawatan post partum
R/ Infeksi dapat timbul akibat kurangnya kebersihan jalan lahir
c.       Terangkan pdaa Kx tentang tanda infeksi
R/ Berbagai manifestasi klinik dapat menjadi tanda non spesifik infeksi demam dan peningkatan rasa nyeri mungkin merupakan gejala infeksi

4.       PELAKSANAAN
Pelaksanaan adalah realita dari tindakan yang telah ditentukan dan diuraikan sesuai dengan prioritas masalah.

5.       EVALUASI
Evaluasi merupakan langkah terakhir dari proses keperawatan sebagai pengukuran dari kebersihan rencana tindakan keperawatan.
Hasil evaluasi dapat berupa :
a.       Tujuan tercapai
Jika Px menunjukkan perubahan sesuai dengan standart yang telah ditetapkan dan pasien dapat sembuh dan keluar rumah sakit.
b.       Tujuan tercapai sebagian
Jika Px menunjukkan perubahan sebagian dan tindakan dilanjutnkan.


c.       Tujuan tidak tercapai
Pasien tidak menunjukkan kemajuan sama sekali bahkan pasien dapat menimbulkan masalah baru.


DAFTAR PUSTAKA


1.       Arif Mansjoer dkk, Kapita Selekta Kedokteran, Jilid I, 2001, Media Aesculapius, FKUI, Jakarta
2.       Sastra Winata Sulaiman, Bagian Obstetri dan Ginekologi Obstetri Fisiologi, 1983, FK Universitas Padjajaran, Bandung.
3.       Irene. MB Abak dkk, Maternity Nursing, edisi 4.
4.       Winkjo Sastro, Hanifah, Ilmu Kebidanan, 1992, Jakarta
5.       Manuaba, Ida Bagus Gede, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan, Penerbit buku Kedokteran, 1998, EGC, Jakarta.
6.       JNPKKR-POGI, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo, Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2002, Jakarta
7.       Lismidar, Proses Keperawatan, 1999, Jakarta




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar